Beberapa minggu lalu saya di tanya mengenai error code by WA oleh salah satu teman saya di SPBU daerah Sulawesi Tenggara. Seperti biasa karena keterbatasan orang di SPBU mengenai pengetahuan tentang mesin, apa yang teman saya jelaskan agak sedikit rancu. Memang dalam komunikasi telpon atau media lain ada keterbatasan dalam hal menyatukan persepsi :).

Makanya selalu yang saya tanyakan pertama Apa merk pompa/ Dispenser nya. Selanjutnya apa type nya, berapa nozzle nya, Multi Produk Dispenser atau bukan, dll. Maka dapatlah saya informasi mengenai Dispenser yang di maksud teman  saya, yaitu Tokheim 420 4 nozzle 4 Display, dengan Mainboard ber kode TMC.

“FYI, tokheim dengan type quantium pertama masuk ke Indonesia dengan mainboard berkode WWC, selanjutnya baru keluar yang ber-kode TMC. selidik punya selidik termyata quantium dengan mainboard kode TMC merupakan keluaran china Guangzhou, sedangkan kode WWC berasal dari eropa saya lupa persisnya. Untuk sejarah Dispenser merk Tokheim nanti saya coba bahas lebih detail di artikel lain 🙂 ”

TMC board
TMC Board TOKHEIM Quantium 420

Setelah beberapa lama komunikasi via telp, saya mun minta di kirimkan foto error yang tertera di display pompa via WA. Ternyata error nya tidak selalu muncul, harus di tunggu sampai beberapa transaksi baru muncul, maka nunggulah saya sekitar 30-45menit sampai akhirnya saya di kirimkan gambar nya, sbb :

error PE

Menurut info yang saya dapat error ini muncul apabila pengisian mobil, muncul error dan transaksi terhenti minyak (BBM) tidak keluar dari nozzle.

menurut pengalaman saya, kalo muncul error seperti gambar di atas maka dapat dipastikan PE board mengalami kerusakan, jadi solusi tercepat adalah ganti PE board dengan yang baru.

FYI, harga PE board bisa bervariasi info yang saya dapat bisa mencapai 4,7 jt itu di dapat dari teknisi freelance. Untuk perbandingan harga sebenarnya bisa menghubungi distributor Dispenser bersangkutan, hanya biasanya ada anggapan bahwa harga di distributor lebih mahal 🙂 , tapi apa salahnya kan di coba dulu untuk perbandingan.

Saya sendiri belum pernah mencoba memperbaiki PE board, karena jujur belum dapat kesempatan membedah PE board, jadi yah solusi cepat kalo muncul error ini ganti board. Solusi ini di pilih karena operasional SPBU harus terus berjalan kalo di tunggu service PE board yah mesin ga operasional bisa sampai ber minggu minggu dan SPBU bisa merugi omzet ber kurang ( menurut pengusaha 🙂 )

jadi yang mana PE board ini, berikut pic nya :

PE board
PE board atas untuk sisi A, dan PE board bawah untuk sisi B

cara menggantinya cukup matikan power ke pompa, dan mulai lepas kabel-kabel yang terpasang sebaiknya di tandai dlu sebelum di lepas, lalu tinggal lepas dari dudukan dan pasang PE board baru.

Jadi, setelah diskusi panjang lebar akhirnya teman saya pun dengan berat hati membeli PE board untuk mengganti yang rusak, dengan alasan operasional.